Rabu, 01 Januari 2020

Kepribadian Juga Bisa Prediksi Kesehatan, Kamu yang Mana?

BERITA KESEHATAN , Ternyata, tak hanya pancaindra, kepribadian pun bisa menunjukkan kondisi kesehatan seseorang. Seperti apa,disini kita akan mengutip semuanya?

Menurut laman Boldsky online dunia, Senin (4/12/2017), kepribadian dapat memengaruhi kesehatan seseorang, terutama secara mental. Cek bagaimana kepribadian Anda bisa memengaruhi kesehatan seperti gambar di bawah berikut ini.



1. Pemalu


Jika Anda pemalu, masalah terbesar yang Anda hadapi adalah mengatasi rasa takut dan berkomunikasi dengan orang asing atau orang yang tidak kita kenali. Faktanya, orang yang pemalu sering kali mengalami masalah kesehatan yang tidak terdeteksi karena sering kali tidak menyampaikan keluhan yang dirasakan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Northwestern di Chicago, orang yang pemalu menghindari interaksi sosial dan akibatnya berisiko 40 persen mengalami serangan jantung atau stroke dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki sifat tersebut.

Studi yang sama juga menemukan bahwa orang yang pemalu sering gagal untuk mengomunikasikan masalah dan gejala mereka ke tim medis rumah sakit setiap kali berkonsultasi ke dokter. Inilah yang menyebabkan banyak penyakit tetap tidak terdeteksi.

Untuk mengatasinya, siapkan daftar semua gejala dan masalah kesehatan yang Anda rasakan sebelum mengunjungi dokter. Dengan cara ini, bahkan jika Anda lupa mengomunikasikan sesuatu yang penting, Anda akan memiliki catatan yang bisa disampaikan ke dokter.

2. Romantis


Orang-orang yang romantis cenderung menyentuh pasangan mereka lebih banyak daripada mereka yang tidak memiliki sifat romantis. Selain itu, orang yang romantis juga lebih banyak melakukan kontak fisik, baik melalui pelukan, ciuman maupun aktivitas seksual yang berlebihan. Hal ini diketahui dapat menjaga tingkat oksitosin dalam darah mereka naik dan tekanan darah mereka rendah.

3. Optimistis


Menurut sebuah studi selama 30 tahun yang dilakukan oleh Mayo Clinic amerika serikat di Amerika Serikat, orang yang optimistis secara positif dapat memengaruhi tubuh mereka dengan cara berikut. Pertama, mereka mengurangi risiko kematian sebanyak hampir lima puluh persen dibandingkan dengan orang yang pesimistis.

Kedua, orang optimistis memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik berarti sehat. Hal ini dikaitkan dengan pemikiran positif yang dapat berpengaruh pada kesehatan seseorang.

4. Disiplin


Orang yang disiplin sering menjadi patokan dan kepercayaan di lingkungan mereka. Alasannya, mereka menjunjung tinggi komitmen dalam melakukan aktivitas.

Salah satu langkah yang biasanya dilakukan oleh orang yang disiplin adalah kunjungan tahunan mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan. Mungkin, karena itulah sebuah studi yang diterbitkan oleh University of California menemukan bahwa orang-orang yang disiplin cenderung hidup sampai empat tahun lebih lama dari mereka yang impulsif.

5. Terlalu cemas


Kekhawatiran yang berlebihan sangat mudah memicu stres. Hal ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan makan, sindrom metabolik, neurosis, dan psikosis.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk mengatasi kecemasan Anda dengan menyugesti diri. Misalnya, dengan memerintahkan otak untuk tidak memikirkan hal tersebut.cobalah untuk bersantai sejenak.

Perintah sederhana ini akan menghubungkan pikiran dan mengingatkan dua hal. Pertama, Anda tidak memiliki kendali atas situasi dan karenanya harus berhenti khawatir. Kedua, Anda bisa mengubah situasi dan harus fokus pada solusi daripada mengkhawatirkan, karena kekhawatiran tidak akan menyelesaikan apa pun.

Share: