Sabtu, 27 Januari 2018

Tes Kesehatan apa yang perlu dipersiapkan sebelum menikah?

Tes kesehatan pra-nikah mulai dari pemeriksaan lab, tes penyakit herediter dan penyakit menular, tes kesuburan, hingga tes alergi diperlukan bagi calon pasangan yang akan menikah

Tes Kesehatan apa yang perlu dipersiapkan sebelum menikah?

Ketika kita telah menemukan pasangan hidup di kemudian hari, rancangan pernikahan pun dibuat. Dari persiapan finansial, rumah, hingga masalah kesehatan. Pemeriksaan kesehatan pra-nikah atau premarital screening, saat ini sudah mulai digalakkan di beberapa negara. Tujuannya sederhana, menghasilkan generasi penerus yang lebih baik. Walau masalah kesehatan ini terlihat sepele, tes pra-nikah amat diperlukan bagi calon-calon pengantin yang akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Tes kesehatan penting dan amat mempengaruhi masa depan keturunan serta pernikahan kalian. Kalian tidak mau kan bila anak yang dikandung cacat hanya karena kalian lupa melakukan tes kesehatan dan vaksinasi yang harusnya bisa dicegah sejak sebelum menikah.

Kapan tes kesehatan tersebut dilakukan?


Pemeriksaan kesehatan pra-nikah 6-9 bulan sebelum menikah. Jika kalian akan menikah dalam waktu dekat, kurang dari 6 bulan, kalian tetap dapat melakukan pemeriksaan. Kalian dapat memutuskan atau merencanakan keturunan mungkin setelah menikah nanti. Waktu 6 bulan memang relatif lama, ini disebabkan ada beberapa penyakit yang membutuhkan waktu tersebut dalam mencegah penyakit muncul.

Apa sajakah pemeriksaan yang harus dilakukan?

1. Pemeriksaan fisik umum dan tes lab lengkap

Apa saja isi dari pemeriksaan fisik umum itu? Mulai dari tanda vital awal, seperti tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, hingga temperatur. Dari sini akan terlihat bakal-bakat apa yang dimiliki calon pasangan ini. Dari tekanan darah kita bisa melihat adakah kecenderungan salah satu pasangan atau keduanya untuk menjadi hipertensi. Sebab pada kehamilan sendiri hipertensi merupakan salah satu faktor resiko kematian ibu dan janin. Lalu, tes lab lengkap. Secara umum tes lab lengkap terdiri dari Darah Lengkap, termasuk golongan darah dan resus, Kadar Glukosa Darah, Fungsi Hati, Fungsi Ginjal, hingga urine lengkap. Pemeriksaan ini amat penting apabila salah satu pasangan misalnya memiliki riwayat diabetes melitus atau anemia. Sehingga dengan pemeriksaan tersebut kita bisa melakukan pencegahan lebih dini. 

2. Tes potensi penyakit herediter

Memang penyakit herediter kadang kala tidak dapat dihindari, seperti talasemia,hemofilia atau riwayat keluarga yang menderita kanker. Namun, dengan mengetahui adanya potensi penyakit tersebut membuat kita semakin matang dalam menghadapi dan lebih dapat menerima pasangan kita jika memang penyakit tersebut diderita sang anak. Dan beberapa penyakit herediter saat ini juga mulai dapat dicegah. Seperti potensi kanker payudara yang bisa dicegah dengan melakukan screening berkala.  Pemeriksaan faktor pembekuan dan tumor marker pada calon pasangan yang memiliki penyakit herediter juga diperlukan untuk deteksi dini. 

3. Pemeriksaan penyakit menular

Penyakit menular seperti, HIV, TORCH, sifilis, Hepatitis B dan C juga saat ini marak diderita oleh masyarakat. Penyakit seperti ini dapat menyebabkan keguguran, kelainan bawaan pada bayi dan kelahiran prematur. Padahal dengan mendeteksi awal adanya penyakit tersebut kita dapat mencegah keturunan kita menderita hal yang sama. Pemeriksaan HbsAg untuk hepatitis B dan C, HIV, serta VDRL/RPR untuk sifilis lebih baik dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut ke bayi. Beberapa penyakit bahkan memiliki vaksin yang bisa diberikan sebelum menikah untuk mencegah penularan penyakit pasca nikah.

4. Pemeriksaan kesuburan 

Jangan dikira pemeriksaan kesuburan hanya perlu dilakukan untuk para perempuan. Laki-laki juga perlu melakukan pemeriksaan analisis sperma untuk melihat apakah ada kelainan pada sperma yang akan membuahi ovum nantinya. Pemeriksaan pada perempuan meliputi tes hormonal, tes ovulasi, hingga USG. Tes hormonal biasanya bisa berupa hormon tiroid karena hormon tersebut juga mempengaruhi kesuburan seorang perempuan. Tes ovulasi adalah pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat hormon untuk menentukan apakah Anda berovulasi dan dapat menghasilkan sel telur secara teratur. USG atau ultrasonography dapat mendeteksi kelainan organ reproduksi perempuan. Dari sana dapat terlihat secara anatomis posisi rahim dan indung telur. 

5. Tes alergi dan autoimun

Ada yang mungkin heran mengapa setelah memiliki keturunan, anak yang dilahirkan sering sakit-sakitan. Tes alergi dan autoimun juga penting karena kecenderungan untuk diturunkan ke anak sangat besar. Seperti asma, alergi makanan atau obat tertentu, dematitis alerg, artritis, SLE (Systemic Lupus Erythematosus) dan lain-lain memang tidak dapat dihindari, tetapi ada pengobatan yang bisa mencegah hal tersebut mengalami perburukan. 

Bagaimana bila hasilnya bermasalah?


Tes kesehatan pra-nikah tidak selalu memberi hasil yang baik. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadikan pernikahan tidak dapat dilakukan. Kalian tetap dapat menikah selama kedua belah pihak dapat saling menerima dan siap dengan segala konsekuensinya. Tentu akan memakan biaya dan waktu, tetapi dengan kesiapan mental dan finansial sejak dini tentu akan lebih baik. Jika memang akhirnya kalian belum sanggup menerima hal tersebut, kalian bisa konseling pra-nikah atau tunda sampai keduanya telah siap. Justru dengan pemeriksaan kesehatan kita jadi dapat melihat seseorang apakah memang tulus mencintai kita ataukah hanya dari sisi terbaik saja. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar